JPK-Velox Kalbar Bantu Warga Terdampak Covid-19


 PONTIANAK - Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) bersama Velox Kalbar menggelar kegiatan pembagian sembako untuk warga terdampak Covid-19. Kegiatan bertajuk 'Mendukung Seluruh Upaya Pemerintah Dalam Penanggulangan Covid-19 dan Menolak Paham Radikalisme' digelar Rabu (20/5)

Satu di antara penerima adalah Samirah (53). Dia yang sehari-harinya berjualan di kantin sekolah SDN 24 Pontianak. "Semenjak Wabah Corona, sekolah diliburkan jadi saya juga tidak berjualan lagi. Padahal untuk sehari-hari mengandalkan hasil berjualan di kantin," ujar ibu dua anak ini.

Dia mengaku sangat bersyukur mendapatkan bantuan paket sembako." Insya Allah ini sangat bermanfaat bagi saya dan keluarga," ucapnya.

Sudiyatun (52), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kawasan Parit Mayor tak bisa menutupi rasa bahagianya mendapatkan bantuan sembako.

Dirinya yang aktif di Perempuan Pemberdayaan Kepala Keluarga (Pekka) ini kesehariannya berjualan kue untuk sumber ekonomi keluarga.

"Saat wabah Corona ini ada, kita pun merasa terpukul dari sisi ekonomi. Tapi tetap berupaya dengan berjualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Perwakilan Velox Kalbar, Yusuf yang turut hadir memberikan bantuan berharap sembako yang didonasikan ini bisa meringankan beban masyarakat.

"Intinya di situasi seperti sekarang kita harus meningkatkan rasa saling peduli, dan tanggap dengan situasi yang ada.Dengan sumber daya yang ada, harapannya semua elemen juga ikut menanggulangi dampak dari Covid-19 ini," ujarnya.

Velox Kalbar juga sudah melakukan kegiatan serupa di beberapa tempat seperti di Perbatasan Entikong, Sambas, hingga Kubu Raya.

Ketua Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) Aseanty Pahlevi mengungkapkan, kegiatan ini lebih kepada membantu warga kurang mampu di tengah pandemi.

Meringankan beban, terutama para perempuan pekerja sekaligus kepala keluarga merupakan salah satu dari upaya JPK untuk berbagi.

Pada hari ini yang menerima bantuan dari berbagai latar. Ada guru ngaji, ada ART, penjual di kantin sekolah, ada pula warga mengalami PHK karena Covid-19.

"Kami juga mengapresiasi upaya Velox Kalbar yang ingin membantu. Karena kesamaan visi ini, maka kita sepakat melakukan kerjasama. Semoga ini bermanfaat," katanya.


Sumber : https://pontianakpost.co.id/jpk-velox-kalbar-bantu-warga-terdampak-covid-19/

Share:

Perempuan Rentan Jadi Korban Kekerasan di Medsos, Founder HCC Borneo Bagi Tips Internet Aman

Tak bisa disangkal, bahwa pengaruh media sosial cukup besar bagi perempuan. Di satu sisi media sosial memang bisa memudahkan hidup kita. Informasi yang serba ada, singkat dan cepat, membantu Anda untuk melek informasi. Namun, terlalu aktif di media sosial juga berbahaya bagi emosi kita. Ini bahayanya jika kita terlalu eksis di media sosial.


Sejak 2015, Komnas Perempuan telah memberikan catatan tentang kekerasan terhadap perempuan yang terkait dengan dunia online, dan menggarisbawahi bahwa kekerasan dan kejahatan siber memiliki pola kasus yang semakin rumit.


Pada 2017, ada 65 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang diterima oleh Komnas Perempuan. 
Hal ini yang menjadi ulasan utama dalam workshop daring "Cara Aman Perempuan Bermedia Sosial" yang digagas PPMN yang menggandeng Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK), Senin (18/5/2020).  


Founder Hoax Crisis Center (HCC) Borneo, Reinardo Sinaga, menyebutkan menurut riset yang dilakukan oleh firma kemanan digital, Norton, 76% dari 1.000 responden wanita yang berusia dibawah 30 tahun pernah mengalami pelecehan seksual secara online atau Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).


"Di antaranya, ajakan chat yang menggoda dan mengganggu di beberapa platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, BBM, dan lainnya," ujarnya.


Aktivitas kekerasan berbasis Gender Online yang kerap terjadi adalah seperti pelanggaran privasi. Yang dilakukan dengan mengakses, menggunakan, memanipulasi dan menyebarkan data pribadi, foto atau video, serta informasi dan konten pribadi tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan.


Sumber : https://pontianak.tribunnews.com/2020/05/20/perempuan-rentan-jadi-korban-kekerasan-di-medsos-founder-hcc-borneo-bagi-tips-internet-aman


Share: